Alat Kesehatan Karya Anak Negeri untuk Tangani Covid-19

 

 

Pemerintah terus menyiapkan sejumlah langkah dalam peningkatan upaya penanganan pandemi virus corona (Covid-19) yang terus mewabah di tanah air. Satu diantaranya melalui peran inovasi dan teknologi yang kini tengah difokuskan dalam sinergi kelembagaan bernama ‘Task Force Riset dan Inovasi Teknologi untuk Penanganan Covid-19 (TFRIC-19) yang dipimpin oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Dikatakan Kepala BPPT Hammam Riza, TFRIC-19 merupakan model ekosistem inovasi yang terbangun karena adanya dorongan “kebutuhan” bersama, dan karena ada rasa kebersamaan yang sangat kuat untuk berbuat sesuatu.

Untuk itu ditegaskan olehnya, ekosistem inovasi yang sudah terbangun ini harus diteruskan dan diberi penguatan. Berbagai produk inovasi karya anak bangsa pun telah dihasilkan dari sinergi ini yang memang difokuskan untuk penanganan pandemi Covid-19.

Covid-19 telah “membangunkan” kita semua, telah “menyadarkan” kita semua, bahwa kesiapan dan ketahanan nasional kita, khusunya dalam menangani penyakit menular, perlu mendapatkan perhatian serius. Ketergantungan pada bahan, alat dan produk impor lainnya sangat tinggi. Kita seolah tidak berdaya. Kita sangat merasakan bangunan industri nasional kita belum kuat. Industri hulu dan industri antara yang menopang industri manufaktur kita, belum tumbuh, belum berkembang. Semoga kondisi ini menjadi pembelajaran nasional yang baik dan harus kita sikapi dengan positif, terang Hammam saat menyampaikan pemaparan virtual kepada awak media, di Kantor BPPT, Jakarta (20/05).

Perlu diketahui, untuk menunjukkan keseriusan dalam menghasilkan produk inovasi yang bisa menopang upaya pemerintah dalam mengatasi wabah ini, saat ini TFRIC-19 telah melakukan akselerasi dalam mengembangkan produk inovasi alat kesehatan untuk mendukung penanganan wabah Covid-19.

Lima produk inovasi tersebut, pagi ini telah diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo, secara virtual dari Istana Presiden. Beberapa produk inovasi Covid-19, diantaranya RDT Kit, PCR Test Kit, Artificial Intelligences untuk deteksi Covid-19, Mobile Lab Bio Safety Lab lvl.2, dan Emergency Ventilator yang merupakan Pengembangan BPPT bersama Task Force Riset dan Inovasi Teknologi Untuk Penanganan Covid-19.

Dalam sambutannya, Presiden memamerkan deretan alat kesehatan yang dikembangkan dan diproduksi dalam negeri. “Kita mampu hasilkan karya-karya yang sangat dibutuhkan. Saya lihat sendiri, ada rapid test yang waktu saya tanya produksi berapa, sudah kira-kira 100 ribu (unit). PCR test kit sama, apakah sudah produksi, sudah, apakah sudah uji, sudah 100 ribu (unit). Kemudian ada emergency ventilator yang ini kemarin saya lihat ada karya BPPT, ITB, UI, UGM, PT Dharma, PT Poly Jaya yang mulai dan ini tinggal produksinya,” urai Presiden Jokowi pada sambutannya yang disiarkan kanal YouTube Setpres.

Terkait pernyataan Presiden Jokowi itupun Hammam berharap agar inovasi teknologi untuk substitusi impor, untuk ketahanan nasional, sudah saatnya menjadi prioritas, termasuk upaya mendorong tumbuhnya industri hulu dan industri antara. Ekosistem inovasi yang dibangun dalam TFRIC-19 kata Hammam, merupakan sinergi dan kerja bersama antara 11 lembaga litbang, 18 perguruan tinggi, 11 asosiasi/komunitas, 3 rumah sakit, 2 industri dan 6 start up.

“Sudah semestinya kita patut bersyukur, aksi-aksi TFRIC-19 telah dapat dilaksanakan dengan sangat baik, dan beberapa produk inovasi TFRIC-19 telah berhasil kita luncurkan kepada masyarakat, dan mendapatkan apresiasi serta dukungan penguatan hilirisasi dari Bapak Presiden Joko Widodo dalam acara peluncuran virtual, siang tadi,” ungkapnya. (Humas BPPT)

 

 

Reference:

1. TFRIC-19

2. Kementerian Sekretariat Negara RI

 

 

 

 

 

 

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.